Rabu, 30 April 2014

KELOMPOK : HILDA RAHMAWATI
                         MITA ANISA K
                         M. FIRDAUS





PERTUMBUHAN PENDUDUK, KEMISKINAN, KELAPARAN, DAN KETERBELAKANGAN (2)
Indonesia, Menurut beberapa sumber pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Jadi pertumbuhan penduduk bisa mengalami peningkatan atau penurunan dari tiap tahunnya. Berikut merupakan data pertumbuhan penduduk pada tahun 2013.
Tabel 2. Kemiskinan


 Pertumbuhan penduduk yang meningkat ini tentu akan mempengaruhi maju atau tidaknya suatu negara. Apakah negara tersebut dapat menangani penduduknya dengan baik atau tidak. Berikut merupakan potret banyaknya jumlah penduduk di Indonesia, terutama Jakarta.

PERTUMBUHAN PENDUDUK, KEMISKINAN, KELAPARAN, DAN KETERBELAKANGAN


PERTUMBUHAN PENDUDUK, KEMISKINAN, KELAPARAN, DAN KETERBELAKANGAN

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambuhan penduduk yaitu faktor kelahiran, kematian, dan perpindahan.  Kelahiran (Fertilitas) yang merupakan faktor alami. Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Kematian (Mortalitas) yang juga merupakan faktor alami. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah. Perpindahan (Migrasi) yang merupakan faktor non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Macam-macam pertumbuhan penduduk yaitu pertumbuhan secara alami, migrasi, dan total. Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
Gambar 1. Peningkatan Pertumbuhan Penduduk


Tabel 1. Peningkatan Pertumbuhan Penduduk
   
Dampak pertumbuhan penduduk di suatu negara sangat banyak dan bermacam-macam. Dampak pertumbuhan penduduk ini sangat merugikan keberlangsungan makhluk hidup  dan apabila tidak ada pencegahan dari pertumbuhan penduduk ini, maka akan semakin banyak dampak dan membuat keberlangsungan hidup suatu negara tidak lagi nyaman untuk ditinggali. Dampak dari pertumbuhan penduduk yaitu lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang, semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll. Angka pengangguran dan kemiskinan meningkat. Angka kesehatan  dan kecukupan gizi masyarakat menurun sehingga dapat menimbulkan penyakit baru. Pembangunan daerah semakin dituntut banyak. Ketersediaan pangan sulit. Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll. Kemiskinan berkaitan erat dengan askes pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gisi dan kalori. Dengan demikian penyakit masyarakat umumnya berkaitan dengan penyakit menular, seperti diare, penyakit lever, TBC dll. Juga penyakit kekurangan gizi termasuk busung lapar, anemi terutama pada bayi, anak-anak dan ibu hamil. Kematian adalah konsekuensi dari penyakit yang ditimbulkan karena kemiskinan ini. (kekurangan gisi menyebabkan rentan terhadap infeksi). Baik itu kematian bayi baru lahir (neonatal, kematian balita, kematian dewasa). Kaitan penduduk, kemiskinan, kesejahteraan dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga. Pengetahuan tentang aspek demografi akan membantu para policy makers dan perencana program untuk dapat membuat kebijakan yang tepat sasaran serta mengembangkan program yang tepat.
Penyebab kemiskinan dan keterbelakangan banyak dihubungkan dengan individu seseorang atau patologis, keluarga, sub budaya, agensi dan struktural. Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan. Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.  Keluarga mempunyai tanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar  (pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dlll). Perlu pemberdayaan keluarga.  Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya. Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Gambar 2. Kemiskinan
Tabel 2. Kemiskinan
Kelaparan adalah suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, biasanya saat perut telah kosong baik dengan sengaja maupun tidak sengaja untuk waktu yang cukup lama. Kelaparan adalah bentuk ekstrem dari nafsu makan normal. Istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kondisi kekurangan gizi yang dialami sekelompok orang dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang relatif lama, biasanya karena kemiskinan, konflik politik, maupun kekeringan cuaca.
Fakta mengenai kelaparan yang terjadi di Indonesia adalah tiap hari kurang-lebih 24.000 orang meninggal karena lapar atau hal-hal yang berkenaan dengan kelaparan. Angka ini telah menurun kalau dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu yang berkisar sekitar 35.000 dan 45.000 untuk dua puluh tahun yang lalu. Tiga perempat dari angka-angka kematian ini adalah anak-anak berumur dibawah lima tahun. Kini, 10% dari anak-anak di negara berkembang meninggal sebelum mereka berumur lima tahun. Angka ini menurun 28% dari lima puluh tahun yang lalu. Kelaparan dan perang menyebabkan hanya 10% kematian karena lapar, meskipun hal ini merupakan hal yang biasa kita dengar sehari-hari. Kebanyakan dari kematian karena lapar disebabkan oleh malnutrisi yang kronis akibat dari (keadaan bahwa) penderita tidak dapat mendapatkan makanan yang cukup. Hal ini disebabkan oleh kemiskinan yang sangat parah. Disamping kematian, malnutrisi juga menyebabkan kerusakan indra penglihatan, kurang semangat, kelambatan pertumbuhan badan dan meningkatnya kerawanan terhadap penyakit. Penderita malnutrisi berat tidak berdaya untuk berfungsi melakukan kegiatan ringan sehari-hari. Diperkiran bahwa didunia ada kira-kira 800 juta penderita kelaparan dan malnutrisi, yaitu 100 kali lebih banyak dari yang meninggal karena kelaparan dan malnutrisi itu setiap tahunnya. Pada hakekatnya, dibutuhkan hanya sedikit bahan dasar saja untuk memungkinkan si miskin berkesinambungan dalam memproduksi makanan. Termasuk dalam bahan dasar ini adalah bibit yang berkualitas tinggi, alat-alat yang sesuai dan kemudahan dalam mendapatkan air. Sekedar peningkatan dalam teknik pertanian dan cara penyimpanan makanan juga akan menolong. Banyak pakar dalam bidang kelaparan percaya bahwa pada akhirnya jalan terbaik untuk mengurangi kelaparan adalah lewat pendidikan. Orang-orang yang berpendidikan adalah bibit yang terbaik dalam meningkatkan diri dari kemiskinan yang menjadi penyebab kelaparan.
Gambar 3. Kelaparan

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan pada tanggal 29 April 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelaparan pada tanggal 29 April 2014

PERTUMBUHAN PENDUDUK, KEMISKINAN, KELAPARAN, DAN KETERBELAKANGAN

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat akan mengakibatkan kebutuhan yang lebih banyak, terutama dalam bentuk kebutuhan pokok yang paling utama yaitu makanan, jika kebutuhan pokok ini tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan kelaparan. Pemerintah harus membantu masyarakatnya untuk dapat bertahan hidup dengan layak dengan memberikan pekerjaan dan meningkatkan pendidikan yang sesuai. Kemajuan negara sesungguhnya tergantung kepada tingkat pendidikan di Negara tersebut, kualitas serta mutu pendidikan yang tinggi dapat menjadi jaminan untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Di tengah pertambahan jumlah penduduk yang semakin tidak terkontrol membuat peningkatan kualitas di dunia pendidikan merupakan pilihan yang harus dikedepankan. Perombakan sistem ketransmigrasian juga akan mendukung pemerataan penduduk. Jadi, peningkatan kualitas Pendidikan dan keefektifan pola transmigrasi dapat memperbaiki kuterpurukan dalam mengurus kepadatan penduduk yang semakin hari kian membludak. Oleh karena pertumbuhan penduduk dipengaruhi  Tingkat pendidikan, Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup, Kelaparan, Kemiskinan dan Keterbelakangan . Maka kita harus bisa memperbaiki semua masalah itu, dan mulai mencari jalan keluar yang terbaik agar semua permasalahan dinegara kita bia terselesaikan sehingga masyarakatnya pun bisa hidup dengan sejahtera, karena tidak dipungkiri bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam tetapi kebanyakan hidup dibawah garis kemiskinan. Sangat memungkinkan bila pertumbuhan penduduk ini terkontrol masalah-masalah seperti kelaparan dan kemiskinan tidak akan muncul. Namun untuk masalah keterbelakangan itu menurut saya semuanya berbalik kepada pandangan dan pribadi masing-masing individu atau kelompok untuk mengikuti kemajuan yang sudah ada, baik teknologi, pendidikan, dll. Bila masing-masing dari mereka semua mengikuti kemajuan yang ada, saya rasa masalah keterbelakangan tidak akan ada. Sosialisasi sangat di butuhkan untuk mengatasi semuanya. Dengan melakukan pendekatan langsung dengan memberikan kajian-kajian masalah sosial dan pencegahan, langsung kepada masyarakat saya rasa akan menjadi lebih efektif dan mudah diterima. Sehingga seluruh masyarakat atau seiring bertambahnya penduduk tidak akan mengalami Kelaparan, Kemiskinan dan Keterbelakangan .

Rabu, 26 Maret 2014

PENCEMARAN UDARA

Pengertian
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Deinisi pencemran udara adalah peristiwa pemasukan dan penambahan senyawa, bahan, atau energi ke dalam lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia sehingga temperatur dan karakteristik udara tidak sesuai dengan tujuan pernaasan yang paling baik (Hutagalung, 2008). 
Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh
Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan partikulat matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan oleh sumber pencemar. Dari pantauan lain diketahui bahwa dari beberapa kota yang diketahui masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) adalah Jakarta (26 titik), Semarang (1 titik), Surabaya (3 titik), Bandung (1 titik), Medan (6 titik), Pontianak (16 titik), Palangkaraya (4 titik), dan Pekan Baru (14 titik). Satu lokasi di Jakarta yang diketahui merupakan daerah kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan lapangan.

Contoh Kasus Pencemaran Udara pada Bulan Maret 2014
Sepanjang hari Minggu (9/3), tidak ada satupun pesawat yang bisa mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Propinsi Riau, karena minimnya jarang pandang (visibility) akibat kebakaran lahan dan hutan.

Sepanjang Minggu (9/3) ini tercatat pada  pagi visibility sangat pendek hanya 300 m, siang 800 m dan sore hari kembali visibility nya menjadi 400 m.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Minggu (9/3) malam menyebutkan, pendeknya jarak pandang tersebut, menyebabkan helikopter water bombing tidak dapat beroperasi.

Sementara itu pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpampang di jl Sudirman Pekanbaru, pada Minggu (9/3) malam ini menunjukan level 'Berbahaya', yang merupakan level puncak dalam pencemaran udara.

Dalam aturan kesehatan, posisi 'Berbahaya' pada warna hitam  menunjukkan, udara sudah tidak layak lagi untuk kesehatan manusia ataupun hewan. (Humas BNPB/ES)
http://setkab.go.id/nusantara-12360-udara-makin-pekat-sepanjang-minggu-tidak-ada-pesawat-mendarat-di-pekanbaru.html

OPINI
Polusi asap yang dialami Provinsi Riau sangat membahayakan bagi para masyarakat yang tinggal di sekitar provinsi Riau. Polusi ini disebabkan oleh adanya beberapa titik api di beberapa kabupaten, seperti Bengkalis yang sulit untuk dipadamkan. Polusi ini sangat merugikan berbagai lapisan masyarakat dengan memburuknya lingkungan yang mereka tinggali. Diperkirakan kerugian yang diakibatkan oleh kabut asap ini mencapai 10 Triliun.
Tindakan yang harus dilakukan pemerintah adalah cepat tanggap untuk memadamkan titik titik dan jangan menunggu titik api menyebar karena polusi udara akan semakin memburuk jika lambat ditangani. Pemadaman dengan menggunakan hujan buatan adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk memadamkan api. pemadaman juga dilakukan dari daratan dengan mengikutsertakan berbagai badan penanggulangan bencana. Perusahaan yang berada di titik api dan sekitarnya juga harus ikut serta menjaga lingkungan, berupaya memadamkan kebakaran dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah. Korban yang mempunyai resiko kesehatan tinggi seperti bayi yang baru lahir, ibu hamil, anak balita dan orang orang dengan riwayat penyakit paru paru dan penyakit jantung harus diperhatikan dengan memindahkan mereka ke tempat yang aman dan tidak terkena polusi. Semua pihak harus ikut serta menjaga lingkungan, mulai dari hal terkecil yang dilakukan untuk lingkungan sangat berarti untuk lingkungan yang bersih, nyaman dan hijau.

Sumber:
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126479-S-5844-Hubungan%20konsentrasi-Literatur.pdf
http://setkab.go.id/nusantara-12360-udara-makin-pekat-sepanjang-minggu-tidak-ada-pesawat-mendarat-di-pekanbaru.html