Jumat, 29 Mei 2015

Resensi Jurnal Penerapan ISO 31000

Pada jurnal yang saya ambil sebagai objek resensi, diketahui bahwa perusahaan pada jurnal ini yaitu PT. X yang bergerak di industri alat berat. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1972 dan tercatat sebagai distributor tunggal di Indonesia untuk produk alat berat. PT. X selalu berpacu dengan visi perusahaan sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai yaitu "Menjadi perusahaan alat berat kelas dunia berbasis solusi untuk menciptakan manfaat bagi para pemangku kepentingan".

Perusahaan ini harus mampu mencapai keunggulan dari perusahaan-perusahaan sejenis yang ada dengan meningkatkan keuntungan, kualitas, dan mengurangi resiko dan potensi kerugian pada perusahaan X ini. Keunggulan perusahaan ini ternyata terbukti dengan tercatatnya PT. X dengan mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di industrinya dengan pangsa pasar lebih dari 40% hingga tahun 2012. 

Keunggulan ini muncul dengan adanya komitmen perusahaan dengan mengelola resiko menggunakan ISO 31000. Manajemen resiko adalah upaya organisasi yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan resiko. Manajemen resiko adalah arsitektur untuk mengelola resiko secara sistematis. Manajemen resiko ini terdiri dari prinsip, kerangka kerja, danproses untuk mengelola resiko. Kerangka kerja manajemen resiko adalah sekumpulan perangkat organisasi yang menyediakan landasan bagi perencanaan, penerapan, monitor, review, serta perbaikan manajemen resiko yang berkelanjutan bagi seluruh organisasi. Dibutuhkannya mengelola resiko terjadi karena adanya perbedaan budaya internal, kebijakan, dan program yang diterapkan perusahaan. Penerapan ISO 31000 ini bersifat fleksibel sesuai dengan kebudayaan perusahaan. 

Tahap pertama dalam menerapkan ISO 31000  ini yaitu mengidentifikasi sumber resiko, kejadian atau faktor yang menyebabkan timbulnya resiko, dan dampak atau konsekuensi yang dapat ditimbulkan dengan memahami objektif perusahaan dan strategi perusahaan. Tahap kedua yaitu proses analisis resiko yaitu memahami sifat resiko dan menentukan tingkat urgensi atau prioritas resiko dengan menggunakan peta resiko. Peta resiko adalah peta yang menggunakan tolak ukur kombinasi dari dampakdan kemungkinan. Tahap ketiga yaitu melakukan proses pengendalian resiko yang merupakan tindakan untuk mengurangi resiko. Pengendalian resiko dilakukan sebagai bentuk tindakan antisipasi dini sebelum resiko itu terjadi dengan menggunakan indikator resiko (key risk indicator). Tahap keempat yaitu melakukan proses perlakuan resiko yaitu upaya untuk menyeleksi dan menerapkan tindakan yang dapat mengurangi atau meniadakan dampak dan kemungkinan terjadinya resiko. Cara mengurangi resiko itu dengan menghindari resiko, membagi resiko, mitigasi resiko, dan menerima resiko. Tahap kelima yaitu dengan monitor dan review. Monitoring adalah pemantauan rutin terhadap kinerja aktual proses manajemen resiko agar sesuai dengan rencana atau harapan yang ingin dihasilkan. Review adalah aktivitas yang dilakukan untuk menentukan kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas suatu hal untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dengan penerapan ISO 31000, perusahaan akan mampu meningkatkan kemungkinan untuk mencapai objektif perusahaan. Manfaat lain dari ISO 31000 yaitu menjadi salah satu dasar yang dapat diandalkan dalam mengambil keputusan dan merumuskan strategi. Menumbuhkan kesadaran seluruh pihak untuk mengidentifikasi dan memperlakukan resiko.

Sumber:
Awalianti, Isgiyarta. 2014. PENERAPAN DAN FUNGSI MANAJEMEN RESIKO FLUKTUASI HARGA BATU BARA BERDASARKAN ISO 31000 (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR ALAT BERAT PT. X). Dalam Diponegoro Journal Of Accounting. 
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=174224&val=4728&title=PENERAPAN%20DAN%20FUNGSI%20MANAJEMEN%20RISIKO%20FLUKTUASI%20HARGA%20BATU%20BARA%20BERDASARKAN%20ISO%2031000%20%28Studi%20Kasus%20pada%20Perusahaan%20Distributor%20Alat%20Berat%20PT%20X%29 

 


Selasa, 21 April 2015

Sarjana Industri

Sarjana adalah gelar yang diberikan kepada mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan kegiatan belajar di kampus sesuai dengan SKS (Satuan Kredit Semester) yang harus diselesaikan selama 4 tahun dan telah menghasilkan tugas akhir, dimana tugas akhir tersebut adalah hasil pengaplikasikan dan penerapan apa yang telah dipelajari selama 4 tahun tersebut.

Gelar sarjana (industri) menurut saya sangat penting. Mengapa penting?
Penting, karena perjalanan  selama 4 tahun untuk mendapatkan gelar ini sangat panjang dan cukup menguras tenaga, pikiran, dan biaya. Dimana terdapat mata kuliah dengan SKS yang harus diambil selama 8 semester dengan tugas yang diberikan para dosen, praktikum yang bisa membuat sulit tidur sebelum selesai dan terkadang lebih mengutamakan praktikum dibandingkan mata kuliah utama. Pengerjaan tugas akhir dimana kita harus mencari dosen dan mengerjakan revisi yang diberikan pembimbing berulang-ulang kali. Proses untuk mendapatkan gelar ini juga memiliki cerita sendiri, disini kita bisa menambah pengalaman, belajar menghadapi tekanan dengan keadaan dimana kita harus memahami apa yang dipelajari, bisa mengaplikasikan apa yang telah dipelajari, dan mendapatkan nilai dan hasil yang memuaskan, dan nanti akan sangat berguna di dunia kerja, belajar mengatur waktu dengan baik, dan lainnya. 

Proses yang dilakukan dalam mendapatkan gelar ini dapat menuntun kita untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan dan sesuai dengan kemampuan kita. Selama ini, prospek kerja lulusan teknik industri cukup bagus dengan penghasilan yang cukup tinggi. Lulusan teknik industri memiliki peluang yang besar dan peran yang penting dalam sebuah perindustrian. Lulusan teknik industri juga dapat mengerjakan pekerjaan dalam ruang lingkup yang luas seperti produksi, pengendalian dari hasil produksi tersebut, sistem informasi, pemasaran, konsultan manajemen, manajemen SDM, manajemen industri, manajemen keuangan, manajemen keputusan, perencanaan, logistik, distribusi, dan lainnya.

Proses dalam mendapatkan gelar sarjana, dan dalam kegiatan lainnya dalam hidup juga harus dilakukan dengan kejujuran. Kejujuran adalah sikap yang dimiliki seseorang saat menghadapi berbagai situasi dengan berkata dan bertindak secara benar dan sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi. Seseorang yang berani berkata jujur adalah orang yang berani untuk mengambil resiko demi kebenaran, karena terkadang dengan berkata jujur kita bisa mendapatkan cibiran, ejekan, hinaan. Tetapi dengan berkata dan berbuat jujur, kita bisa mendapatkan kepercayaan karena sikap terpuji kita.

Jadi, setiap proses yang kita lakukan harus dilandasi dengan kejujuran, baik dalam perkataan, perbuatan, dan sikap untuk mendapatkan hasil yang baik dikemudian hari. Karena, sesuatu yang dilakukan dengan niat dan cara yang baik akan mendapatkan hasil akhir yang baik walaupun dalam prosesnya terdapat cobaan, godaan yang dihadapi.


Rabu, 18 Maret 2015

Etika Profesi

KODE ETIK ENGINEER


1. Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana industri?
=> Teknik industri merupakan salah satu cabang ilmu teknik yang cukup baru dibandingkan ilmu-ilmu teknik lainnya. Teknik industri adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perancangan, perbaikan, dan instalasi dari suatu sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, metode, mesin, alat, bahan, informasi, dan energi. Disiplin ilmu ini ditunjang oleh ilmu pengetahuan matematika, fisika, ilmu sosial, dan prinsip metode analisis perancangan dan desain untuk membangun dan memperbaiki sistem. 
Kepakaran sarjana teknik industri dapat dikatakan sebagai keahlian khusus yang wajib dimiliki oleh lulusan teknik industri. banyaknya disiplin ilmu yang dipelajari oleh sarjana teknik industri dapat bermanfaat bagi para sarjana dengan dibekali banyak keahlian dalam berbagai bidang, seperti bidang manufaktur, bidang manajemen, bidang ekonomi, bidang informasi, dan banyak bidang lainnya.
Seorang profesional teknik industri 


2. Tuliskan karakter-karakter tidak berETIKA dalam kehidupan sehari-hari (5 Contoh dan Analisa)
=> Kata Etika atau "ethikos" berasal dari bahasa yunani dengan arti kebiasaan, karakter, watak kesusilaan, atau adat. Etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antar sesama dengan menegaskan mana yang dianggap benar dan salah. Etika biasa digunakan untuk menilai apakah yang dilakukan memiliki nilai yang benar atau salah.
contoh dari karakter atau perilaku yang tidak ber etika yaitu:
a. Membuang sampah sembarangan, karena tindakan ini dapat merugikan sesama dan lingkungan  sekitar. Dengan membuang sampah sembarangan ini, dapat menyebabkan banjir, bau yang tidak sedap, dan dapat menjadi kebiasaan yang tidak baik.
b. Menyalip antrian, karena tidak mematuhi peraturan yang berlaku dan dapat menyebabkan kemarahan orang yang juga sedang mengantri di depan.
c. Bersendawa, karena tindakan ini sangat tidak sopan terutama di negara kita.
d. Mencuri, karena tindakan mengambil barang milik orang lain ini adalah tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.
e. Mencela orang, karena tindakan ini dapat menyebabkan orang yang dicela menjadi malu dan marah, sehingga dapat mengakibatkan pertengkaran antar sesama.


3. Tuliskan aktivitas tidak berETIKA profesional dalam bekerja (5 Contoh dan Analisis)
=> Dalam dunia kerja sebagai profesional, kita pasti melakukan segala aktivitas yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam suatu lingkungan kerja tersebut.  Contoh dari aktivitas yang tidak ber etika tersebut yaitu:
a. Datang terlambat, karena datang terlambat adalah salah satu tindakan yang melanggar peraturan dalam dunia kerja dimana pun ia bekerja, tindakan terlambat ini dapat merugikan perusahaan tempat ia bekerja karena bekerja dengan tidak maksimal dan dapat mengganggu rekan kerja lainnya.
b. Tidak bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan, karena tindakan ini dapat mengganggu siklus kegiatan kerja suatu perusahaan dan dapat membebani rekan kerja karena ikut bertanggung jawab mengerjakan tugas yang tidak diselesaikan dengan maksimal.
c.Tidak menjaga kerahasiaan perusahaan, karena tindakan ini dapat merugikan perusahaan dan orang yang tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan itu berarti kurang loyal terhadap perusahaan dan kurang bisa dipercaya dalam melakukan suatu pekerjaan.
d. Mengganggu kegiatan kerja. Contoh dari gangguan kegiatan kerja ini dapat berupa melakukan kebisingan, tidur, sibuk yang tidak berhubungan dengan pekerjaan pada jam kerja yang dilakukan sehingga dapat menyebabkan rekan kerja terganggu.
e.Bertengkar dengan rekan kerja, karena dapat mengganggu hubungan kekerabatan antara rekan-rekan kerja diantara orang yang bertengkar tersebut.



Sumber:
http://industriawan.blogspot.com/2011/03/definisi-teknik-industri.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika

Rabu, 26 November 2014

PERENCANAAN ORGANISASI

PERENCANAAN ORGANISASI


Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya. Proses dalam mencapai tujuan tersebut yaitu proses menganalisa, mengevaluasi, menyeleksi, dengan menyeleksi kesempatan yang ada.

Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen.

Tujuan Perencanaan Organisasi yaitu membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.
Berikut adalah tujuan perencanaan organisasional:
  1. Tujuan Perlindungan (Protective) yaitu meminimalkan resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar, dan menjelaskan konsekuensi dari tindakan yang akan diambil.
  2. Tujuan Kesepakatan (Affirmative) yaitu meningkatkan tingkat keberhasilan dari organisasi tersebut.
Henry Fayol mengembangkan 16 garis pedoman umum yang biasa digunakan ketika mengorganisasikan sumber daya. Berikut adalah 16 garis pedoman umum menurut Henry Fayol:
  1.  Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana
  2. Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan 
  3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun
  4. Mengkordinasi semua aktivitas dan usaha
  5. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda,dan tepat
  6. Menyusun seleksi yang efektisien sehingga tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik.  Tiap karyawan ditempatkan dimana ia bisa menyumbangkan tenaga secara maksimal
  7. Mendefinisikan tugas-tugas
  8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab
  9. Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai dengan apa yang sudah diberikan
  10. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
  11. Mempertahankan disiplin
  12. Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum suatu organisasi
  13. Mengakui adanya satu komando
  14. Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan
  15. Melembagakan dan memberlakukan pengawasan
  16. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja 
Keuntungan dan kerugian pembagian tenaga kerja:
Keuntungan:
  1. Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam melaksanakan tugas tersebut meningkat
  2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
  3. Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan sehingga pekerjaan lebih mudah dan efisien
  4. Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas, bukan keseluruhan proses
Kerugian:
  1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
  2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan dengan tingkat produksi menurun
Perintah manajer yang akan diterima dalam jangka panjang makin banyak. Berikut adalah hal-hal mengenai perintah manajer menurut Chester Bernard:
  1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
  2. Tiap anggota organisasi menerima saluran komunikasi formal
  3. Lini komunikasi antar manajer bawahan bersifat langsung
  4. Rantai komando yang lengkap
  5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
  6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasi
  7. Suatu perintah secara otentik berasal dari manajer    

Selasa, 14 Oktober 2014

BULLYING?

Apa itu Penindasan atau Bullying?
Penindasan atau Bullying adalah  penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.

Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik, atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menggangggu orang yang lebih lemah darinya. Bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psikologis.

Bentuk Penindasan?
1. Penindasan Fisik
Tindakan penindasan dengan kontak secara fisik menimbulkan sakit fisik, luka, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contohnya yaitu kejadian penindasan yang terjadi pada siswi SD di Bukit Tinggi. Siswi tersebut dipukul, ditendang oleh teman sekelasnya pada saat jam kosong di kelas.

2. Penindasan Psikologis
Tindakan penindasan yang menimbulkan trauma psikologis, ketakutan, depresi, kecemasan, atau stress. Contohnya yaitu menyebarkan gosip, mengancam,  bergurau yang mengolok-olok secara sengaja, mendorong untuk mengasingkan seseorang dan menghancurkan reputasi seseorang. Contoh kasus penindasan ini yang terjadi akhir-akhir ini di suatu daerah. Banyak yang bergurau dengan mengolok-olok daerah tersebut melalui meme yang tersebar di media sosial.

Dimana biasanya penindasan terjadi?
Biasanya, penindasan terjadi pada situasi dimana pengawasan yang dilakukan oleh orang dewasa kurang, saat interaksi agresif. Biasanya terjadipada  tempat bermain, kamar  mandi, luar sekolah dimana diluar jangkauan orang dewasa terdekatnya untuk memperhatikan.

Penyebab Penindasan?
1. Faktor Internal
Salah satu penyebab internal seseorang menjadi  pelaku bullying adalah adanya harga diri yang rendah. Harga diri adalah penilaian yang dibuat seseorang dan biasanya tetap tentang dirinya. Berbagai perilaku menyimpang yang dilakukan anak disebabkan oleh minimnya pemahaman anak terhadap nilai diri yang positif. Sikap saling menghargai, menolong, berempati, jujur, lemah lembut tidak jarang hilang dari pribadi anak.

2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal umumnya dipengaruhi oleh keluarga,lingkungan, dan jenis tontonan. Anak berprilaku bullying biasanya datang dari beberapa macam keluarga yaitu keluarga yang sangat memanjakan anak, anak yang kurang percaya diri yang bisa datang dari keluarga yang terlihat baik, tidak ada masalah, tetapi kenyataannyya banyak kebutuhan emosional yang tidak didapatkan dari anak seperti  perasaan disayang,diperhatikan, dihargai. Keluarga yang broken home dimana anak kurang perhatian juga menjadi faktor anak melakukan bullying.

Dampak apa saja yang dialami oleh korban, pelaku dan saksi bullying?
Dampak bagi pelaku:
1. Bullying yang terjadi pada tingkat SD dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan pada jenjang  pendidikan berikutnya
2. Pelaku cenderung berprilaku agresif dan terlibat gank serta aktivitas kenakalan lain
3. Pelaku rentan terlibat dalam kasus kriminan menginjak  usia remaja

Dampak bagi korban:
1. Memiliki masalah emosi, akademik, dan perilaku jangka panjang
2. Cenderung memiliki harga diri yang rendah, lebih merasa tertekan,suka menyendiri, cemas, tidak aman.
3. Bullying menimbulkan masalah yang berhubungan dengan sekolah  seperti tidak suka masuk sekolah
4. Gelisah, Sulit tidur, dan Depresi
5. Gangguan makan
6. Sensitiv, cepat marah
7. Agresif, Kasar terhadap orang lain
8. Hasrat ingin bunuh diri

Dampak bagi saksi:
1. Mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan mengalami tekanan psikologis yang berat
2. Merasa  terancam dan ketakutan menjadi korban selanjutnya
3. Mengalami prestasi yang rendah karena terfokus pada bagaimana cara menghindari menjadi target bullying

Apa saja yang dapat dilakukan oleh para guru untuk menangani kasus bullying?
1. Identifikasi perilaku bullying sejak dini
2. Fasilitas diskusi kelompok bersama mengenai bullying
3. Guru memberikan contoh untuk berperilaku positif
4. Meningkatkan pengawasan terhadap siswa
5. Manajemen kelas dengan menciptakan iklim yang bersahabat, pengaturan tempat duduk,dan penggunaan media relaksasi di kelas
6. Membuat peraturan anti bullying di sekolah berdasarkan kesepakatan bersama dengan siswa dan orang tua.

Penanganan seperti apa yang harus dilakukan terhadap korban dan pelaku bullying?
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu korban bullying, diantaranya:
1. Yakinkan bahwa kita akan berada di dekatnya untuk membantu mengatasi masalah
2. Ajari anak untuk menjadi orang baik dan tidak takut melawan kesombongan
3. Galilah inisiatif untu menumbuhkan kepercayaan diri anak dengan menajukan beberapa usulan
4. Rancanglah pertemuan dengan pihak sekolah
5. Jelaskan kepada pihak sekolah mengenai kejadian bullying yang dialami
6. Carilah dukungan dari wali lainnya
7. Usahakan mendapat kesepakatan yang akan dijalani dan membuatanakaman dari penindasan

Yang harus dihindari yaitu jangan menyudutkan anak atau korban bullying. Hindari rasionalisasi uang meremehkan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu pelaku bullying, untuk pencegahan diantaranya:
1. Beri disiplin dan ajari untuk bertanggung jawab
2. Ciptakan kesempatan untuk berbuat baik kepada orang terdekat
3. Tumbuhkan empati dengan menjenguk, membantu, dan mengutarakan kata-kata yang sopan
4. Ajari berteman dengan baik, sopan, dan tenang
5. Pantaulah acara televisi  yang ditonton, video game yang dimainkan, dan aktivitas lainnya
6. Libatkan dalam kegiatan yang konstruktif, menghibur, dan menggairahkan
7. Ajari untuk beritikad baik kepada  orang lain
8. Hindari kekerasan dalam bentuk apapun
9. Ajak anak bicara mengenai apa yang mereka lakukan
10. Cari penyebab anak melakukan hal tersebut
11. Posisikan diri untuk menolong
12. Jangan menghakimi anak


Sumber:



KEWIRAUSAHAAN


Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.
Wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :
Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Tiga jenis perilaku yang dimiliki oleh para wirausaha yaitu inisiatif, mengorganisasi, menerima resiko.
1.   Memulai inisiatif.
Memulai inisiatif berarti memiliki pola pikir yang luas dan kreatif serta suatu tekad yang bulat ingin berwirausaha.
2.   Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis. Artinya seorang wirausaha harus mampu merubah semua faktor yang mempengaruhi dalam kelangsungan usahanya secara praktis untuk menunjang kelancaran usahanya.
3.   Diterimanya resiko
Seorang wirausaha juga harus bisa meenerima segala resiko dalam menjalankan usahanya yaitu suatu kegagalan dalam usahanya.
Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Apa yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan? Sebutkan Karakteristiknya menurut Mc Clelland dan karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas.
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawa
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang
Kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi, berafiliasi,  dan berkuasa. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch) adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil) adalah kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow) adalah kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.
Sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru yaitu:
1. Kebutuhan akan sumber penemuan 
2. Hobi atau kesenangan pribadi
3. Mengamati kecenderungan-kecenderungan
4. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
5. Mengapa tidak terdapat peluang usaha baru. 
6. Kegunaan lain dari barang-barang biasa
7. Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Analisa pulang pokok (break event point) adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung). Selain itu, analisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
 Analisa pulang pokok umumnya terdiri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap 7 unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut:
1. Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh generasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah, pemeliharaan bangunan, pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan.
2. Biaya variabel
Biaya vaiabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembunkusan produk, biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk, biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.
3. Biaya total
Biaya total adalah total biaya total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
 4. Pendapatan total
Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.
5. Keuntungan
     Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.
6. Kerugian
     Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
7. Titik pulang pokok
     Titik pulang pokok didefinisikan sebagai situasi di mana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya; organisasi hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun tidak mengalami kerugian.
Bentuk kepemilikan terdiri dari beberapa persetikatan yaitu perusahaan persorangan, persekutuan,perseroan, dan koperasi. Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Langkah penyediaan sumber daya manusia yaitu dimulai dari perekrutaan karyawan, seleksi, pelatihan,sampai penilaian. Perekrutan karyawan adalah penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa. Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya. Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
Proses seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak. Langkah ini mencakup pemaduan kebutuhan kerja pelamar dan organisasi. Dalam banyak departemen personalia, penarikan dan seleksi digabungkan dan disebut Employment function. Proses seleksi adalah pusat manajemen personalia. Analisa jabatan, perencanaan sumber daya manusia, dan penarikan dilakukan terutama untuk membantu seleksi personalia.
Tahap proses seleksi yang dilakukan oleh departemen personalia dapat menggunakan berbagai prosedur seleksi untuk membandingkan pelamar dengan spesifikasi jabatan. Langkah-langkah dalam prosedur seleksi yang biasa digunakan paling tidak terdiri dari tujuah langkah. Bagi pelamar yang berasal dari suplai internal, kadang-kadang tidak perlu melalui beberapa langkah, seperti penerimaan pendahuluan, pemeriksaan referensi atau evaluasi medis (kesehatan). 
Langkah dalam proses seleksi yaitu penerimaan, tes penerimaan untuk mendapatkan informasi yang relatif obyektif tentang pelamar yang dapat dibandingkan dengan para pelamar lainnya dan para karyawan sekarang. Tes penerimaan merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai kemungkinan padunya antara kemampuan, pengalaman dan kepribadian pelamar dan persyaratan jabatan yang terdiridari tes psikologis, tes pengetahuan dan performance test. Langkah selanjutnya yaitu wawancara seleksi, kemudian evaluasi medis. Proses seleksi ini mencakup pemeriksaan kesehatan pelamar sebelum keputusan penerimaan karyawan dibuat.Kemudian wawancara atasan langsung dan keputusan penerimaan. 
Sumber:

Jumat, 27 Juni 2014

PENCEMARAN LOGAM BERAT


PENCEMARAN LOGAM BERAT
PENCEMARAN PERAIRAN TELUK BUYAT

Teluk Buyat merupakan teluk kecil yang terletak di pantai selatan semenanjung Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Secara administratif, teluk ini berada di Kabupaten Minahasa Tenggara. Sekitar teluk ini tinggal sejumlah nelayan. Sejak tahun 1996, Teluk Buyat digunakan sebagai daerah penimbunan untuk Mesel Gold Mine, dijalankan oleh PT. Newmont Minahasa Raya, perusahaan cabang Newmont Mining Corporation yang memiliki saham 80%. Tailing dari tambang emas itu merupakan cadas halus dan emas ditemukan di situ.
Kasus pencemaran lingkungan di dunia yang nyaris mampu menyamakan rekor kasus “Minamata Deases” di Teluk Minamata Jepang dimasa itu. Bumi Sulawesi Utara (Sulut) yang menjadi lokasi terciptanya kasus menghebohkan dunia yang sebetulnya sejak tahun 2001 sudah sangat menghebohkan dunia internasional, sehingga tercipta suatu kerjasama internasional untuk mengadakan suatu “International Conference” tentang “System Tailing Displacement (STD)” di Kota Manado (ibukota Sulut). Tak kurang dari 10 negara hadir di acara tersebut dan sempat menerbitkan “deklarasi Manado”. Kerjasama Jaringan Tambang Indonesia (JATAM), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Pusat maupun daerah Sulut serta berbagai organisasi internasional yang menghadirkan negara-negara yang menjadi korban perusahaan-perusahaan tambang emas skala besar dan kecil seperti Papua Nugini, Pilipina.
Hanya saja, kegiatan ini tidak digubris oleh pemerintah pusat maupun daerah, sambutan dingin dan tidak bersahabat cenderung tercipta antara para masyarakat (nasional & internasional) terhadap kegiatan tambang yang cenderung merampas hak hidup (termasuk hak mendapatkan lingkungan hidup bersih) orang-orang kecil (local community). Sudahlah, semuanya juga sudah tahu bahwa, investasi skala besar akan lebih diperhatikan di negara ini dibandingkan dengan kesejahteraan masyarakatnya. Padahal, dalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat selalu menjadi kata-kata pembuka bagi rangkaian pidato-pidato saat indstri skala besar beroperasi, urusan benar-benar masyarakat benar sejahtera atau tidak, urusan lain.
Karena urusan sejahtera atau tidak inilah yang menjadi problem di setiap negara yang menduduki suatu wilayah, dimana selalu saja masyarakatnya hidup di bawa garis kemiskinan, termasuk yang terjadi di daerah kita Teluk Buyat Sulawesi Utara. Akibat kegiatan pertambangan skala besar oleh PT. Newmont Minahasa Raya (NMR), ekosistem perairan laut di teluk Buyat rusak parah akibat buangan 2000 ton tailing setiap hari. Bukan saja itu, kondisi masyarakat di sekitar Teluk Buyat yang mengantungkan hidupnya dari hasil laut dan harus bertahan hidup di wilayah tersebut karena tekanan kemiskinan harus menerima akibat dari pencemaran dan perusakan ekosistem Perairan Teluk Buyat. Terkontaminasi logam berat arsen, lahan tangkapan ikan berpindah jauh ketengah laut, yang semuanya itu menurunkan kualitas hidup sebagian masyarakat Desa Buyat tepatnya masyarakat di dusun V Desa Buyat Pante.
Limbah yang akan mengakibatkan biaya tambahan bagi masyarakat akibat kegiatan perusahaan yang seharusnya tidak keluar ke alam bebas, justru sengaja dikeluarkan melalui pipa sepanjang 900 meter dari tepi pantai Teluk Buyat. Akibatnya menimbulkan biaya pencemaran bagi masyarakat sekitar Teluk Buyat atau eksternal cost. Seharusnya ini menjadi biaya internal bagi perusahaan tersebut. Laut? ya, itulah pilihan PT. NMR untuk membuang sampahnya, dengan harapan eksternal costnya hilang. Lucu dan sungguh sangat tolol, bahwa memikirkan laut adalah lahan bebas yang tidak akan berhubungan dengan kehidupan manusia. Coba, kita pikirkan secara teologis, apakah Tuhan menciptakan laut untuk tempat buang sampah? Bukankah di setiap kitab suci agama yang menceritakan penciptaan bumi ini, dikatakan bahwa laut adalah tempat ikan-ikan dan makhluk hidup lainnya. Yang secara rantai makanan akan berhubungan dengan manusia.
Dalih 82 meter sebagai zona termoklin, sungguh sangat tidak masuk akal, coba saja bapak-bapak yang mengatakan itu, menyelam dan masuk ke kedalaman tersebut, apakah tailing (sludge dan air) tidak bercampur dengan air laut atau tidak naik ke permukaan? Tahun 2001, Walhi Sulut sudah melakukan penyelaman dan terlihat sungguh sangat keruh air dikedalaman itu, di mana menandakan bahwa sedimen betul-betul naik ke permukaan. Jadi, teori termoklin yang selalu digunakansebagai pelindung bagi buangan PT. NMR perlu direvisi, apakah zona termoklin indikatornya karena kedalaman ataukah kondisi suhu tertentu suatu perairan yang permanen dan bukan temporer (seperti yang terjadi di daerah tropis).
Pencemaran Teluk Buyat adalah bentuk bencana ekologis yang merupakan suatu bukti tidak bertanggungjawabnya kita melindungi bumi Sulut sebagai tempat tinggal dan hidup. Perusakan ekosistem laut akibat timbunan “tailing” yang mengandung logam-logam berat yang mengkontaminasi biota dan bahkan meracuni masyarakat sekitar yang bermukim di sekitar “point source” yang sangat mengantungkan hidupnya dari hasil laut perairan tersebut. Barangkali kontaminasi itupun telah tersebar di sebagian masyarakat Sulawesi Utara melalui ikan-ikan yang telah dikonsumsikan karena dampak pencemaran ini secara ekologi akan melintasi wilayah administrasi suatu wilayah.
Pencemaran logam berat terutama logam arsen dan logam merkuri oleh PT. NMR sudah jelas-jelas terbaca pada laporan-laporan RKL/RPL dan sejak tahun 2000 semua itu sudah terlihat, namun masih saja dianggap perusahaan raksasa ini tidak melakukan pencemaran di perairan Teluk Buyat.
Kasus Buyat, menjadi salah salah satu model pengelolaan lingkungan hidup yang harus mengorbankan masyarakat yang hidup di garis kemiskinan (yang terlihat) dan mengorbankan seluruh masyarakat Sulut sebetulnya (bencana ekologis) di masa datang. Inilah kenyataan yang mesti masyarakat Sulut hadapi, terpilihnya daerah kita sebagai lahan eksploitasi emas dan terpilihnya tanah kita sebagai ajang buang sampah beracun akibat kegiatan pengelolaan emas yang bakal mengancam keberadaan masyarakat Sulut dimasa datang. Berikut adalah dampak dari pencemaran logam berat di Teluk Buyat.
http://arsip.kilatstorage.com/foto_berita/60moor_pollution.jpg

Tahap-tahap dalam pengelolaan lingkungan hidup masih tidak terlaksana dengan baik di bumi Sulut. Jika ada perencanaan, sering kali tidak didasari oleh hasil evaluasi dari kegiatan yang sudah berjalan. Pelaksanaan suatu kegiatan seringkali tidak sesuai dengan rencana, selalu disesuaikan dengan budget yang ada, dan seringkali kenyataannya biaya kegiatan yang dikeluarkan lebih kecil dari biaya yang sudah diajukan. Demikian pula dengan pengawasan terhadap suatu kegiatan, apakah merusak lingkungan atau tidak, selalu juga terbentur pada biaya pengawasan atau lebih tepat sesuai saja dengan biaya pengawasan sehingga pengawasan hanya dilakukan sepanjang mata memandang. Padahal kegiatan pengawasan adalah kegiatan yang amat penting untuk tetap membuat rencana dan pelaksanaan konsisten dengan komitmen mensejahterakan masyarakat Sulut. Akhirnya, kegiatan evaluasi tidak dapat dilakukan dengan baik, padahal hasil evaluasi merupakan data yang akan dimasukkan (input) kembali pada suatu proses perencanaan. Tahap-tahap inilah dalam pengelolaan yang semestinya sangat diperhatikan tapi justru inilah tahap yang rawan dan seringkali terjadi manipulasi (data maupun uang).
Terlepas era kapan PT. NMR diijinkan untuk beroperasi di bumi Sulut, tetap saja saat kini yang menentukan apakah perlu dipertahankan atau ditutup sama sekali dan jika ada kegiatan yang serupa yang akan beroperasi di Sulut, tidak diperbolehkan sama sekali untuk membuang tailing di dasar laut. Perencanaan investasi di era Presiden Suharto, bukan tidak bisa dievaluasi di era Presiden Susilo Bambang Yodoyono kini, itulah yang disebut dengan evaluasi dalam suatu pengelolaan lingkungan hidup. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi suatu perencanaan baru. Jika kegiatan tersebut hanya untuk menyengsarakan masyarakat Sulut saat ini dan di masa datang (10-20 tahun), lebih baik tidak diperbolehkan lagi berkegiatan di bumi Sulut dan tentunya harus melakukan kegiatan perbaikan (rehabilitasi) akibat pengrusakan yang telah dilakukan pada seluruh komponen alam dan manusia.
Tim Teknis Penanganan Kasus Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Teluk Buyat  merekomendasikan untuk dilakukan pemantauan Teluk Buyat oleh pihak PT. Newmont Minahasa Raya dan juga pemerintah sampai dengan 30 tahun yang akan datang. Masyarakat setempat yang terkena penyakit mempunyai gejala yang sama dengan gejala yang diakibatkan  terpapar oleh Arsen. Kondisi Teluk Buyat dikategorikan mempunyai resiko tinggi terhadap kesehatan manusia dengan adanya ikan yang mengandung Arsen dan Merkuri, maka disarankan untuk mengurangi konsumsi ikan yang berasal dari Teluk Buyat. Perlu dipertimbangkan untuk merelokasi penduduk dusun Buyat Pante ke tempat lain. Perlu dilakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan Lingkungan Hidup yang dilakukan oleh PT. Newmont Minahasa Raya. Kajian hukum tim teknis merekomendasikan pemerintah untuk selanjutnya melarang pembuangan limbah tambang (tailing) ke laut.

Sumber: