Rabu, 26 Maret 2014

PENCEMARAN UDARA

Pengertian
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Deinisi pencemran udara adalah peristiwa pemasukan dan penambahan senyawa, bahan, atau energi ke dalam lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia sehingga temperatur dan karakteristik udara tidak sesuai dengan tujuan pernaasan yang paling baik (Hutagalung, 2008). 
Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh
Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan partikulat matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan oleh sumber pencemar. Dari pantauan lain diketahui bahwa dari beberapa kota yang diketahui masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) adalah Jakarta (26 titik), Semarang (1 titik), Surabaya (3 titik), Bandung (1 titik), Medan (6 titik), Pontianak (16 titik), Palangkaraya (4 titik), dan Pekan Baru (14 titik). Satu lokasi di Jakarta yang diketahui merupakan daerah kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan lapangan.

Contoh Kasus Pencemaran Udara pada Bulan Maret 2014
Sepanjang hari Minggu (9/3), tidak ada satupun pesawat yang bisa mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Propinsi Riau, karena minimnya jarang pandang (visibility) akibat kebakaran lahan dan hutan.

Sepanjang Minggu (9/3) ini tercatat pada  pagi visibility sangat pendek hanya 300 m, siang 800 m dan sore hari kembali visibility nya menjadi 400 m.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Minggu (9/3) malam menyebutkan, pendeknya jarak pandang tersebut, menyebabkan helikopter water bombing tidak dapat beroperasi.

Sementara itu pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpampang di jl Sudirman Pekanbaru, pada Minggu (9/3) malam ini menunjukan level 'Berbahaya', yang merupakan level puncak dalam pencemaran udara.

Dalam aturan kesehatan, posisi 'Berbahaya' pada warna hitam  menunjukkan, udara sudah tidak layak lagi untuk kesehatan manusia ataupun hewan. (Humas BNPB/ES)
http://setkab.go.id/nusantara-12360-udara-makin-pekat-sepanjang-minggu-tidak-ada-pesawat-mendarat-di-pekanbaru.html

OPINI
Polusi asap yang dialami Provinsi Riau sangat membahayakan bagi para masyarakat yang tinggal di sekitar provinsi Riau. Polusi ini disebabkan oleh adanya beberapa titik api di beberapa kabupaten, seperti Bengkalis yang sulit untuk dipadamkan. Polusi ini sangat merugikan berbagai lapisan masyarakat dengan memburuknya lingkungan yang mereka tinggali. Diperkirakan kerugian yang diakibatkan oleh kabut asap ini mencapai 10 Triliun.
Tindakan yang harus dilakukan pemerintah adalah cepat tanggap untuk memadamkan titik titik dan jangan menunggu titik api menyebar karena polusi udara akan semakin memburuk jika lambat ditangani. Pemadaman dengan menggunakan hujan buatan adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk memadamkan api. pemadaman juga dilakukan dari daratan dengan mengikutsertakan berbagai badan penanggulangan bencana. Perusahaan yang berada di titik api dan sekitarnya juga harus ikut serta menjaga lingkungan, berupaya memadamkan kebakaran dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah. Korban yang mempunyai resiko kesehatan tinggi seperti bayi yang baru lahir, ibu hamil, anak balita dan orang orang dengan riwayat penyakit paru paru dan penyakit jantung harus diperhatikan dengan memindahkan mereka ke tempat yang aman dan tidak terkena polusi. Semua pihak harus ikut serta menjaga lingkungan, mulai dari hal terkecil yang dilakukan untuk lingkungan sangat berarti untuk lingkungan yang bersih, nyaman dan hijau.

Sumber:
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126479-S-5844-Hubungan%20konsentrasi-Literatur.pdf
http://setkab.go.id/nusantara-12360-udara-makin-pekat-sepanjang-minggu-tidak-ada-pesawat-mendarat-di-pekanbaru.html