Jumat, 30 Desember 2011

manusia dan tanggung jawab


Manusia dan Tanggung jawab

Pengertian Tanggung jawab :  Menurut kamus Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah  
   keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
   Menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban  
   menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunyA dan
                                                    menanggung akubatnya.
   Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku  
                                                    atau perbuatannya baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.


Setiap manusia harus mempunyai rasa tanggung jawab, dimana rasa tanggung jawab itu harus disesuaikan dengan apa yang telah kita lakukan. Tanggung jawab u bersiat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab. Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab, manusia meras bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatan itu. Ia menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan dan pengorbanan. Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya dan orang lain. Dalam usahanya, setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan dan embantunya, yaitu kekuasaan Tuhan. Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya.







Macam- macam tanggung jawab :
·         Tanggung jawab terhadap diri sendiri ; menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi dan siap untuk menanggung resikonya.
·         Tanggung jawab terhadap keluarga ; keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab atas keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
·         Tanggung jawab terhadap masyarakat ; pada hakekatnya, manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Kita juga harus berkomunikasi agar tetap brtahan hidup dengan ang lainnya. Berinteraksi dalam kehidupan masyarakat sangatlah dibutuhkan karena itu bisa membuat kita mengenal orang lain.
·         Tanggung jawab kepada Bangsa dan Negara ; setiap individu adalah suatu warga Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku, manusia terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh Negara. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan.
·         Tanggung jawab terhadap tuhan ; Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar bertanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui brbagai agama.

Pengabdian dan Pengorbanan

Wajud tanggung jawab dapat dilakukan dengan pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik dan terpuji untuk kepentingan bersama.




Pengertian pengorbanan :        pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran atau pendapat     
sebagai perwujudan dari kesetiaan yang dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya    yaitu rasa tanggung jawab. Apabila seseorang bekerja keras seharian penuh untuk memenuhi  kebutuhannya.

Pengertian pengorbanan :        pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan. Sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan bersifat kebaktian yang mengandung unsur keikhlasan dan tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain.

Perbedaan :     pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda, pikiran, perasaan, bahkan jiwa.
Pengabdian lebih banyak menunjukkan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukkan kepada pemerian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menurut suatu pengabdian.

                       




Manusia dan keadilan


Manusia dan keadilan
Pengertian keadilan :
·         Menurut ARISTOTELES, Keadilan adalah tindakan manusia yang diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung eksrem yang terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Keadilan akan dapat terwujud jika hal-hal yang sama diperlakukan dengan sama,begitupun sebaliknya.
·         Keadilan adalah pengakuan atas perlakuan yang seimbang, pengakuan yang seimbang secara kata & sikap antara hak dan kewajiban. Sehingga terjadi harmonisasi dalam perwujudan keadiln itu sendiri.

            Dalam kehidupan manusia dalam melakukan aktiitasnya pasti pernah menemukan perlakuan-perlakuan yang tidak adil atau tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan-keinginan untuk melakukan perbuatan yang jujur, tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran tersebut sangatlah tidak mudah. Ada saja alasan atau permasalahan dan kendala yang kita temui, seperti keadaan, situasi, permasalahan teknis bahkan sikap moral seseorang.

Dampak positif dari keadilan itu adalah dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi (protes), melukis, menulis dalam bentuk apapun. Dapat juga berdampak negatif apabila seseorang dapat membalasnya dengan cara berbohong atau berbuat kecurangan.

Keadilan pada dasarnya merupakan suatu kebutuhan yang mutlak bagi seluruh manusia dan tidak akan mungin dapat dipisahkan dari kehidupan. Keadilan itu sendiri memilii sifat yang bersebrangan antara dusta dengan kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur.

Keadilan memiliki ciri-ciri ;
·         Tidak memihak
·         Seimbang dan meliha segala ssuatunya sesuai dengan proporsinya baik secaa hak maupun kewajiban
·         Sebanding dengan moralitas ( sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang akan diterimanya )

Faktor yang menimbulkan kecurangan :
1.      Faktor ekonomi. Semua orang berhak atas kehidupa yang layak untuk embahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkannya kita melakukan cara pintas untuk mewujudkannya dan menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan.
2.      Faktor peradaban dan kebudayaan. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini dapat memicu terjadinya pergeseran nurani sehingga sangat sulit untuk menentukan mana yang baik dan untuk menegakkan keadilan.
3.      Faktor teknis. Hal ini jga sangat menentukan arah kebijakkan bahkan keadilan. Terkadang untuk dapat bersikap adil, kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit untuk dilakukan.
4.      Faktor lainnya. Keadilan dan kecurangan tidak akan berjalan dalam waktu yang bersamaan karena keduannya sangat bertolak belakang dan bersebrangan.



Pengertian kejujuran  :     kejujuran adalah apabila apa ang dikatakan oleh seseorang sesuai
dengan hati nuraninya dan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan itu adalah kejadian yang benar-benar sudah terjadi dan terdapat bukti nyatanya.
Jujur juga berarti seseorang yang bersih hatinya dari perbuatan yang kotor, tidak baik, yang tidak sesuai dan dilarang olh agama dan hokum yang berlaku.
Jujur berarti juga menepati janji kepada orang yang sudah ia janjikan atau kesanggupan yang terucap melalui kata-kata atau perbuatan.

Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut Alamsyah dalam buku Budi nurani. Yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran. Ketulusan dalam meneropong kebenaran lokal maupun Iliahi. ( M.Alanisyah. 1986:83 ). Nurani yang dikembangkan dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi getaran kejujuran atau ketulusan dapat ditingkatkan menjadi suatu keyakinan. Dan atas keyakinan tersebut, maka sseorang mengetahui kepribadiannya. Orang yang memiliki ketulusan yang tinggi akan memiliki  keyakinan yang matang. Sedangkan orang yang hatinya tidak bersih dan berpikir curang maka memiliki kepribadian yang buruk dan rendah dan sering tidak yakin terhadap kemampuanna sendiri.

Opini saya : kejujuran dan keadilan seseorang dapat dimulai dari diri sendiri dan berniat untuk melakukan segala sesuatunya secara jujur, dimulai dari hal-hal terkecil terlebih dahulu seperti mengerjakan soal-soal yang diberikan sendiri,tidak mencontek dan yakin terhadap diri kita sendiri jika kita mampu mengerjakannya.
http://whaysworld.wordpress.com/2011/06/10/manusia-dan-keadilan/